Sponsor/Adverstisement

Search This Blog

Loading...

Sunday, November 21, 2010

Diberkatilah Mereka Yang Lemah Lembut

Ada suatu trend yang terjadi ditengah-tengah budaya kita saat ini dimana banyak orang senang untuk bergaya ‘bad boys’, sangar, cool and tough, dingin, dan sombong.

Kenapa? karena ingin keren seperti di film-film action. So, thanks to some Hollywood producers, lakon/ jagoan dalam suatu film biasanya bergaya seperti itu and bad boys menang pada akhirnya.

Bagaimana di real life?...ternyata sangat berbeda. Sebagai orang Kristiani, bagaimana sikap kita seharusnya? Apakah kita harus bergaya sangar, sombong, dingin, dan nakal? Mari kita simak kotbah Yesus diatas bukit, the beatitudes atau ucapan bahagia. Matius 5:5 mengatakan “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Ternyata justru orang yang lemah lembut yang menang dan mereka akan menguasai bumi. Kenapa? karena orang lemah lembut tidak gampang terbakar oleh amarah. Orang yang dikuasai amarah, akan banyak kesalahan dalam hidupnya. Banyak kesalahan=kekalahan.

Dalam terjemahan bahasa inggrisnya, lemah lembut=meekness. Orang suka pikir bahwa meekness=weakness. Tapi justru sebaliknya, meekness=strength atau kekuatan. Memang etymology/asal usul kata meekness suka dikaitkan dengan arti kekuatan yang terkontrol/ harnessed strength. Terjemahan lemah lembut diambil dari bahasa Greek “Prautes1 yang artinya “tidak gampang terpancing/ not easily provoked”. Prautes ini adalah derivative dari kata “Praus” yang menggambarkan seekor kuda yang tenang dan sudah terlatih. Kuda yang terlatih sangat gampang ditunggangi atau menerima beban. Dia tidak lagi meronta-ronta atau kabur dengan liar. Jadi Praus itu menggambarkan kuda sebagai binatang yang kuat, tapi sudah terlatih dan sudah mudah diarahkan.

Ok…sekarang apa hubungannya sampai bawa-bawa kuda segala? Hubungannya adalah orang yang lembah lembut/meek itu juga seperti demikian. Kalo ada beban atau ada yang “menunggangnginya”, dia tidak cepat marah dan emosi. Tapi hatinya sangat mudah diarahkan oleh Roh Kudus untuk berbuat yang benar dan bijaksana. Dia seperti kuda terlatih yang kalem, Roh Kudus sangat mudah menuntunnya untuk membuat keputusan-keputusan yang baik dan bijaksana sehingga membawa terus keberhasilan dalam hidupnya and menghindari pertengkaran-pertengkaran yang tidak perlu yang biasanya selalu membuat situasi semakin buruk.

Ada nasihat yang bagus dari St. Frances de Sales, “jangan berikan kesempatan untuk amarah, karena sedikit saja ada kesempatan, dia akan menjadi tuan atas kamu”

Tirulah Yesus, dia berkata “ Aku lemah lembut dan rendah hati…” Mat 11:29

Jadi orang lemah lembut itu banyak untungnya dan pasti diberkati Tuhan untuk menguasai bumi.

By Ernest Basarah

Reference:

1. Blessed Are The Meek, Leon Suprenant. Lay Witness Magazine March/April 2007. pp. 6

Blessed Are The Meek

Blessed are The Meek

There is a trend in our society where people like to act like ‘bad boys’; cool and tough, mean and and arrogant. Why? Because those people want to look cool like actors in action movies. So, thanks to some Hollywood producers for making up such characters in their movies and bad boys win after all.

How about in real life?... It is way different. How are we supposed to act as a Christian? Are we suppose to act tough, arrogant, and mean? Let’s pay attention to what Jesus has said when he was preaching on top of the hill; it is said in Matthew 5:5: “Blessed are the meek, for they will inherit the earth.” Indeed the ones who are meek will win and rule over the earth. Why is that? Because those who are meek are slow to anger. Those who are controlled by anger will make plenty of mistakes in their life. Plenty of mistakes = lost.

Some people think that meekness = weakness, but actually meekness = strength. The etymology of the word “meekness” often relates to controlled strength or harnessed strength. Meekness in Greek is “Prautes”, which means “not easily provoked.” Prautes is a derivative from the word “Praus”, which pictures a horse that has been tamed and trained. He is not longer wild. So, Praus pictures a horse, that is a strong animal, but his strength has been trained and easily guided/humble.

After all, can you find the relation between “meekness” and the horse ? The relationship here is that someone who is meek will act as a tamed horse does. When there is a burden or someone “sitting on” him, he is not easily angered, but instead his heart is easily guided by the Holy Spirit to do what is right and wise. He is like a trained horse who is calm, the Holy Spirit guides him to make the right decision in his life that will continue bringing him success and avoiding all the unnecessary fights that usually make a situation gets worse.

A good advice from St. Frances de Sales, “do not give a chance to anger, because just a little of chance will make it takes control over you.” Be more like Jesus as He said “…for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls.” -Matthew 11:29. Becoming a meek person has plenty of benefit and blessed by God indeed to inherit the earth.

Translated by Agnes Koswari.

Reference:

1. Blessed Are The Meek, Leon Suprenant. Lay Witness Magazine March/April 2007. pp. 6